Analisis Biaya Pengobatan Pasien Demam Tifoid Rawat Inap BPJS Rumah Sakit Kabupaten Cibinong Tahun 2024

Authors

  • Fadly Agung Fatah Universitas Medika Suherman, Indonesia
  • Rosiana Rosiana Universitas Medika Suherman, Indonesia
  • Masita Sari Dewi Universitas Medika Suherman, Indonesia
  • Anom Dwi Prakoso Universitas Medika Suherman, Indonesia

Keywords:

Antibiotik,, Cefixime,, Ceftriaxon,, Cost-Effectiveness Analysi,, Demam tifoid

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit endemik dengan angka kejadian yang masih tinggi di Indonesia. Penyakit ini umumnya diobati menggunakan antibiotik, namun tingginya angka resistensi antibiotik menjadi tantangan besar dalam terapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pengobatan demam tifoid dengan berbagai jenis terapi antibiotik, baik tunggal maupun kombinasi, sehingga dapat ditentukan pilihan terapi yang lebih efektif dari segi biaya dan hasil klinis. Penelitian ini menggunakan analisis Cost-Effectiveness Analysis (CEA) dengan rancangan retrospektif melalui pengambilan data rekam medik pasien demam tifoid di RS Kabupaten Cibinong pada periode Januari–Desember 2024. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 28 pasien.  Penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok terapi tunggal, cefixime memiliki efektivitas 66,66% dan ceftriaxon juga sebesar 66,66%. Sementara itu, pada kelompok kombinasi ceftriaxon dan cefixime, efektivitas mencapai 100%. Dari segi biaya, nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) menunjukkan bahwa terapi tunggal dengan ceftriaxon memiliki biaya Rp70.827, sedangkan cefixime Rp79.563. Kombinasi ceftriaxon dan cefixime justru lebih efisien dengan nilai Rp45.998. Analisis Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) menunjukkan bahwa penggunaan cefixime sebagai pengganti ceftriaxon membutuhkan biaya tambahan Rp582.307 untuk menurunkan suhu tubuh dan leukosit. Kesimpulannya, kombinasi ceftriaxon dan cefixime memberikan efektivitas terbaik dengan biaya yang lebih efisien dibanding terapi tunggal, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai pilihan utama dalam pengobatan demam tifoid.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adelia, D., Nofrika, V., & Thama, A. E. (2021). Gambaran penggunaan antibiotik oral tanpa resep dokter pada masyarakat rw 010 kelurahan jatinegara kecamatan cakung. Jurnal Farmasi IKIFA, 1(1).

Dewi, R. M., Nastiti, N. S., & Maprillia, N. (2025). Gambaran Penggunaan Antibiotik Bronkopneumonia Pediatri di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Tahun 2022. Jurnal Farmasi Udayana. https://doi.org/10.24843/jfu.v14.i01.p01

Emelda, A., Yuliana, D., Maulana, A., Kurniawati, T., & Utamil, W. Y. (2023). Gambaran Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Di Pasar Niaga Daya Makassar. Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD), 5, 13–18.

Hadinegoro, S. R. S., Tumbelaka, A. R., & Satari, H. I. (2016). Pengobatan Cefixime pada Demam Tifoid Anak. Sari Pediatri, 2(4). https://doi.org/10.14238/sp2.4.2001.182-7

Khairunnisa, S., Hidayat, E. M., & Herardi, R. (2020). Hubungan Jumlah Leukosit dan Persentase Limfosit terhadap Tingkat Demam pada Pasien Anak dengan Demam Tifoid di RSUD Budhi Asih Tahun 2018 – Oktober 2019. Seminar Nasional Riset Kedokteran (SENSORIK).

Kusmiati, & Meti, R. (2022). Demam Tifoid. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science, 3(1), 27–37.

Like Efriani, Teguh Adiyas Putra, Euis Nurkholifah Mahendra, Dini Indriani, Musa Fitri Fatkhiya, & Gita Ulistanti. (2024). Efektivitas Perbandingan Obat Seftriakson dan Sefotaksim pada Pasien Demam Tifoid Rawat Inap RSD X Kota Cirebon Tahun 2023. Jurnal Medika Nusantara, 7(2), 240–251

Masyrofah, D., Hilmi, I. L., & Salman, S. (2023). Review Artikel : Hubungan Umur dengan Demam Tifoid. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1), 215–220. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i1.11

Mustofa, F. L., Rafie, R., & Salsabilla, G. (2020). Karakteristik Pasien Demam Tifoid pada Anak dan Remaja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2). https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.372

Rosa Nian Shakila, R. R. R. (2020). a Faktor Risiko Yang Memengaruhi Kejadian Demam Tifoid Di Wilayah Kerja Puskesmas Binakal Kabupaten Bondowoso. Medical Technology and Public Health Journal, 4(2), 224–237.

Rahmi, N. (2023). Pengaruh Umur dan Jenis Kelamin Terhadap Kejadian Demam Tifoid Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda The Effect of Age and Gender on the Incidence of Typhoid Fever Inpatients at Iskandar Muda Level II Hospital Banda Aceh City. Journal of Healtcare Technology and Medicine, 9(2), 2615–109.

Saputra, D. A. (2021). Terapi pada Demam Tifoid Tanpa Komplikasi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(1). https://doi.org/10.37287/jppp.v3i1.392

Septiyana, R., Padmanegara, H. S., & Amrillah, Z. K. (2015). Gambaran Penggunaan Antibiotik Di Puskesmas Kendal. Jurnal Farmasetis, 4(2).

Sjahrian, T. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Tifoid Pada Anak. Jurnal Medika Malahayati, 2(1), 1–7.

Sukma, N. N. (2024). Analisis Biaya Berdasarkan Unit Cost pada Instalasi Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Yapika Kabupaten Gowa (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Sulistyowati, R. I., Pramestyani, E. D., & Rusydi Hashim, S. H. (2023). Efektivitas Biaya Obat Antidiabetik Oral Pasien Dmt 2 Di Rs X Kota Bogor Periode Juli-Desember 2022. Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal), 8(2), 225–234. https://doi.org/10.47219/ath.v8i2.257

Zulfian, Z., & Rafie, R. (2014). Hubungan personal hygiene dengan kejadian demam tifoid pada anak yang dirawat di bangsal anak RSUD Dr H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2013. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 1(4).

Downloads

Published

2025-12-17

How to Cite

Fatah, F. A., Rosiana, R., Dewi, M. S. ., & Prakoso, A. D. . (2025). Analisis Biaya Pengobatan Pasien Demam Tifoid Rawat Inap BPJS Rumah Sakit Kabupaten Cibinong Tahun 2024. Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO), 7(2), 1362–1370. Retrieved from https://jusindo.publikasiindonesia.id/index.php/jsi/article/view/420