Kadar C-Reactive Protein (CRP) Serum pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Medica Kembangarum Semarang

Authors

  • Nur Patria Tjahjani Akademi Kesehatan 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia
  • Anggun Wandanie Akademi Kesehatan 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Keywords:

C-Reactive Protein (CRP), Diabetes melitus tipe 2, serum

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh resistensi insulin dan hiperglikemia. Peningkatan kadar glukosa darah dapat memicu inflamasi sistemik, yang salah satu indikatornya adalah C-Reactive Protein (CRP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar CRP pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang berobat di klinik kembangarum semarang. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan terhadap 30 sampel serum darah dari pasien diabetes melitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah aglutinasi latex. Penelitian ini menunjukkan mayoritas pasien penderita diabetes melitus tipe 2 yang berusia 50-60 tahun dan berjenis kelamin perempuan mengalami peningkatan kadar CRP. Hal tersebut sering dikaitkan dengan kadar glukosa darah yang tinggi (>300 mg/dL).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,3% pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki kadar CRP positif, yang mencerminkan adanya inflamasi sistemik. Peningkatan kadar CRP paling banyak pada kelompok usia 51-60 tahun, pasien perempuan, serta pasien dengan kadar glukosa darah >300 mg/dl. Hal ini menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, dan kadar glukosa darah yang tinggi memiliki kontribusi terhadap peningkatan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-11-10

How to Cite

Tjahjani, N. P., & Wandanie, A. . (2025). Kadar C-Reactive Protein (CRP) Serum pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Medica Kembangarum Semarang. Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO), 7(2), 1295–1303. Retrieved from https://jusindo.publikasiindonesia.id/index.php/jsi/article/view/416