Pengaruh Akupunktur Terhadap Penurunan Rasa Cemas Pada Penderita Fobia Gelap (Nyctophobia) Dengan Berbagai Sindrom
Keywords:
Akupunktur, Kecemasan, Fobia Gelap, Nyctophobia, SindromAbstract
Latar Belakang: Rasa aman adalah kebutuhan dasar manusia, namun ketakutan berlebihan seperti Nyctophobia (fobia gelap) dapat mengganggu keseimbangan fisik dan emosional. Data dari NP Istanbul Hospital (2023) menunjukkan 11% populasi global mengalami nyctophobia, yang berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup akibat respons cemas irasional terhadap kegelapan. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), nyctophobia dikaitkan dengan ketidakseimbangan energi vital (Qi), terutama pada sistem Limpa dan Hati, yang memicu gejala kecemasan dan gangguan pencernaan. Akupunktur terbukti efektif mengurangi kecemasan, namun penelitian tentang akupunktur untuk nyctophobia, terutama yang mempertimbangkan variasi pola ketidakseimbangan PTT, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh akupunktur pada nyctophobia dan menganalisis respons terapi berdasarkan pola ketidakseimbangan PTT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan rasa cemas pada penderita nyctophobia. Tujuan khusus meliputi mendeskripsikan karakteristik subjek, tingkat kecemasan sebelum dan setelah terapi, serta menganalisis perbedaan tingkat kecemasan. Metode: Menggunakan desain kuasi-eksperimen (one group pre-test post-test design) dengan 7 subjek yang diambil secara purposive sampling. Penelitian dilakukan di Klinik Akupunktur PMA, DKI Jakarta, pada Mei-Juni 2025, dengan intervensi terapi akupunktur tujuh kali dalam satu minggu. Data dikumpulkan melalui angket HARS dan wawancara. Hasil: Dari 7 subjek, 5 subjek (71%) mengalami penurunan kecemasan, menunjukkan efektivitas akupunktur dalam mengurangi kecemasan pada penderita nyctophobia. Kesimpulan: Terapi akupunktur berpengaruh positif dalam menurunkan rasa cemas pada penderita fobia gelap.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Valdi Haris, Aryaprana Nando, Muslihatin Khuril R, Anis Lupita Ningrum, Franciscus Xaverius

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







